”Expo PAUD dan Talkshow Parenting” Cara Kreatif Lakukan Promosi Lembaga PAUD

Masa-masa penerimaan anak didik baru adalah masa dimana sekolah-sekolah banyak mempromosikan diri untuk menggaet anak didik baru. Termasuk di jenjang PAUD. Ibarat memasarkan sebuah produk, sebuah sekolah perlu juga memakai prinsip pemasaran dalam menjaring orang tua siswa agar mau menyekolahkan putra-putrinya.

Sekolah perlu melakukan identifikasi keunggulan yang dimiliki sebagai materi untuk promosi. Keunggulan atau ciri khas PAUD  ini digunakan sebagai daya tarik bagi masyarakat dalam mempertimbangkan memilih sekolah bagi anaknya.  Kreatifitas setiap lembaga sekolah, dalam hal merencanakan strategi dan melakukan promosi sekolah menjadi hal paling penting dan menentukan untuk suksesnya kegiatan PPDB.  Ide kreatifitas itu tentu harus mempertimbangkan selera dan kebutuhan pasar saat ini (anak, orang tua, dan masyarakat).

Berbekal 2 kali diskusi 10 lembaga PAUD dampingan YSKK (KB TP Candi Asri, KB TP Nurul Amal, KB TP Nurul Ilmi, KB TP Pamardi Yoga, KB TP Permata Hati, Pos PAUD Aisyiyah, Pos PAUD Cahaya Hati, Pos PAUD Mawar, Pos PAUD Mawar Biru, Pos PAUD Tawang Indah di Kecamatan Weru Kabupaten Sukoharjo) bersama dengan YSKK mengenai strategi promosi untuk lembaga PAUD, maka muncullah semangat dan rencana untuk dapat bersinergi melakukan agenda promosi bersama. Kebersamaan ini dirasa merupakan strategi yang efisien dan efektif untuk dapat mencapai tujuan bersama yaitu 10 lembaga PAUD mendapatkan peserta didik baru sesuai target yang telah dipertimbangkan oleh masing-masing lembaga PAUD. Harapannya, dengan berusaha memaksimalkan jumlah peserta didik yang dapat diterima, tujuan mulia dari keberadaan lembaga PAUD untuk memberikan pendidikan berkualitas bagi generasi usia emas/anak usia dini, dapat terlaksana dengan lebih maksimal. 

Mendasarkan hal di atas, YSKK bersama dengan 10 lembaga PAUD dampingan menggelar kegiatan dengan nama  “Expo PAUD dan Talkshow Parenting’ pada hari Jumat 14 Juli 2017 di kantor Kecamatan Weru Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah. Kegiatan dilaksanakan dalam momentum penerimaan anak didik baru. Sekaligus untuk mengkampanyekan mengenai pendidikan ramah anak untuk menyambut Hari Anak Nasional yang jatuh pada bulan Juli 2017. Expo dan Talkshow digagas sebagai sebuah strategi promosi yang kreatif, apalagi selama ini belum pernah dilakukan di Kecamatan Weru.

Expo PAUD digelar untuk menampilkan profil dan kelebihan masing-masing lembaga PAUD.  Sedangkan talkshow parenting digelar untuk memberikan pemahaman orang tua anak usia dini mengenai perkembangan anak di usia golden age dan pentingnya PAUD,  sekaligus memberikan tips bagaimana orang tua memilih lembaga PAUD untuk anaknya. Melalui kegiatan ini, lembaga PAUD  juga ikut berperan serta mengedukasi masyarakat mengenai konsep pendidikan yang terbaik bagi anak usia dini.

Tujuan dari kegiatan ini yaitu lembaga PAUD dapat melakukan promosi secara bersama-sama untuk mendapatkan peserta didik baru.

Peserta utama dari kegiatan ini adalah orang tua anak usia dini yang anaknya belum masuk PAUD/calon orang tua siswa PAUD yang berasal dari 8 desa. Total peserta yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 221 orang, dari total 300 orang peserta yang direncanakan. 221 orang tersebut terdiri dari unsur orang tua anak usia dini yang anaknya belum masuk PAUD/calon orang tua siswa PAUD yang berasal dari wilayah desa lokasi 10 PAUD dampingan YSKK, orang tua siswa dari 10 lembaga PAUD, kader Posyandu/kesehatan, bidan desa, bunda PAUD Kecamatan dan bunda PAUD desa, pengambil kebijakan (Camat, UPTD pendidikan Kecamatan Weru), Himpaudi Kecamatan Weru, narasumber, dan panitia. Kegiatan ini tidak hanya diperuntukkan bagi peserta berdasarkan undangan, tetapi juga terbuka untuk masyarakat umum yang mau mengunjungi Expo PAUD.

Narasumber dalam kegiatan ini berasal dari praktisi dan akademisi PAUD yaitu bunda Retnaningsri Maratun Solichah, S.Pd.AUD. Beliau merupakan pengelola dan pendidik KB Sunrise Mojolaban Sukoharjo, wakil sekretaris Himpaudi Kabupaten Sukoharjo, dan juga pengajar di universitas jurusan PAUD. Narasumber juga berasal dari salah satu pendidik PAUD peserta Expo yaitu bunda Rahmasari Mega Angkasa.

Kegiatan ini dilaksanakan selama setengah hari, mulai pukul 08.30 sampai 11.30 WIB. Sebelum kegiatan telah dilakukan persiapan, dan setelahnya juga ada evaluasi.

Secara umum, gambaran kegiatan/alur proses yang dilalui dalam kegiatan ini yaitu diawali dengan peserta yang hadir dapat mengunjungi stand expo setiap lembaga PAUD dan berfoto di photo booth dengan tema ‘senyum ramah untuk anak Indonesia.’ Kemudian acara dimulai dengan pembukaan. Adapun pihak yang memberikan sambutan yaitu pak Camat Kecamatan Weru yaitu bapak Drs. Samino yang menyampaikan apresiasinya terhadap acara ini, dan menekankan tentang pentingnya PAUD. Ada juga direktur YSKK, bapak Kangsure Suroto yang menyampaikan maksud dari diadakannya kegiatan ini, maksud kenapa YSKK mensupport dan bersinergi dengan lembaga PAUD dampingan untuk bersama menyelenggarakan acara ini. Selanjutnya adalah expo tampilan setiap lembaga PAUD dengan disertai talkshow parenting. Acara diakhiri dengan penutup, dan masih membuka kesempatan bagi peserta yang masih ingin mengunjungi stand expo dan berfoto booth.

Kegiatan ini menggunakan beberapa metode. Untuk kegiatan expo PAUD, metode yang digunakan tiap lembaga PAUD beragam, antara lain: pemaparan, tanya jawab, konsultasi, menampilkan/mendistribusikan media promosi tertulis (brosur, spanduk, dll), membuka stand expo, dan pentas anak/pendidik. Peserta diajak untuk melihat profil dan kelebihan masing-masing lembaga PAUD. Hal ini untuk menarik minat dan kepercayaan calon orang tua murid siswa untuk memasukkan anaknya di PAUD yang melakukan expo. Untuk kegiatan Talkshow Parenting, metode yang digunakan yaitu pemaparan, tanya jawab, dan diskusi.

Adapun keluaran dari kegiatan ini yaitu: 1) Orang tua anak usia dini mendapatkan sosialisasi mengenai pentingnya PAUD dan profil 10 lembaga PAUD; 2) Orang tua anak usia dini yang anaknya belum masuk PAUD/calon orang tua siswa PAUD hadir dalam acara ini; 3) Ada orang tua anak usia dini yang tertarik mendaftarkan anaknya diantara 10 lembaga PAUD; 4) Setiap lembaga PAUD dapat melakukan sosialisasi/perkenalan pada masyarakat/calon orang tua siswa; 5) Orang tua anak usia dini sebagai calon peserta didik baru mendapatkan parenting education.

-Nia-

Iklan

PAUD Mawar Biru Jatingarang Weru Memanfaatkan Momentum Ramadhan untuk Promosi

Bulan suci Ramadhan adalah bulan yang penuh berkat. Harapannya, banyak berkat dan hal positif yang didapatkan. Itulah yang dimaknai oleh PAUD (Pos PAUD/SPS) Mawar Biru di desa Jatingarang Kecamatan Weru Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah. Hal itu memotivasi mereka mengambil momentum ini sekaligus untuk mensosialisasikan atau mempromosikan lembaga PAUD mereka dan silaturahmi dengan para stakeholder. Dengan menyelenggarakan acara yang dikemas dengan nama ‘Silaturahmi dan Buka Bersama’ pada hari Senin 12 Juni 2017 di PAUD Mawar Biru. Apalagi kebetulan bulan suci Ramadhan ini bertepatan dengan menyambut tahun ajaran baru 2017-2018, dan penerimaan peserta didik baru.

Acara ini merupakan salah satu strategi PAUD Mawar Biru dalam rangka promosi lembaga PAUD mereka. Disamping mereka juga melakukan strategi promosi yang lain. Acara ‘Silaturahmi dan Buka Bersama’ ini diselenggarakan oleh PAUD Mawar Biru beserta dukungan dari berbagai pihak masyarakat dalam hal bantuan kebutuhan teknis, dana, dan lainnya. Seperti pihak orang tua murid yang membantu dekorasi ruangan dan background panggung, pengurus yang membantu menata ruangan dan menggalang dana/sponsor, pengurus dan pendidik KB sekitar situ yang membantu make up anak-anak yang akan pentas, pihak Masjid yang membantu penyediaan soundsystem dan tikar, anak-anak TPA/TPQ yang membantu membagikan minuman dan makanan berbuka Puasa, YSKK yang juga membantu mengkonsep dan mempersiapkan serta membantu teknis pelaksanaan, dan pihak lain yang turut memberikan bantuan. Tentu seperti itu lah semangat yang ingin digaungkan PAUD berbasis masyarakat seperti PAUD Mawar Biru, yaitu adanya kegotong royongan masyarakat setempat dalam mendukung PAUD.

Adapun sekitar 110 orang yang mengikuti acara ini, yang terdiri dari unsur pendidik dan pengurus/pengelola PAUD Mawar Biru, YSKK, anak dan orang tua TPQ, anak dan orang tua alumni angkatan 2013-2016, anak dan orang tua siswa, anak dan orang tua anak usia dini yang bisa menjadi calon siswa, tokoh masyarakat setempat, kepala desa, dan UPTD pendidikan Kecamatan Weru.

Acara terbagi menjadi 2 bagian yaitu bagian pertama pada pukul 15.30-17.00 dan bagian kedua pada pukul 17.00-selesai. Acara bagian pertama sebagai silaturhami dan sosialisasi PAUD Mawar Biru.

Awalnya diisi dengan pembukaan oleh MC dari pendidik dan YSKK. Kemudian pembacaan surat pendek oleh 3 anak yaitu peserta didik dan alumni PAUD Mawar Biru. Selanjutnya ada sambutan dan ucapan selamat datang oleh ketua pengurus/pengelola PAUD Mawar Biru yaitu bapak Slamet. Dalam sambutannya, beliau juga menyampaikan apresiasinya terhadap PAUD, dan manfaat yang diberikan PAUD bagi perkembangan anak usia dini, bahwa ada perbedaan perkembangan diri serta karakter pada anak usia dini yang masuk di PAUD dengan yang tidak. Berikutnya ada tampilan 2 anak peserta didik berupa tari Jaranan. Saat itu, ada 1 juga peserta didik yang spontan maju dan ikut menari. Lalu bapak Slamet Riyadi selaku kepala desa Jatingarang memberikan sambutan. “Kami selaku Pemdes mengapresiasi keberadaan PAUD di wilayah Sarehan ini. Harapannya di desa Jatingarang semua anak usia dini dapat terlayani, dan bisa ada PAUD lagi bagi wilayah yang masih minim keberadaan PAUD. Untuk dana desa, kami hanya bisa mengganggarkan baru sebatas pengadaan APE.”  Beliau mengungkapkan apresiasi dan juga dukungannya bagi PAUD di wilayah desanya. Selanjutnya pengurus yaitu bu Sri Suwarti berkesempatan untuk berbicara mengenai latar belakang berdirinya PAUD Mawar Biru yang bermula dari PKK, lalu bagaimana perkembangannya, juga menyampaikan pendidikan anak usia dini yang baik itu seperti apa yaitu yang mengutamakan karakter, lalu apa manfaat dari adanya lembaga PAUD dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengembangan PAUD di desa mereka. “Ayo nguri-uri PAUD di desa kita. Siapa lagi yang menjaga kalau bukan kita. Nggak perlu jauh-jauh mencari PAUD, di desa kita ada. Monggo anak-anak usia dini bisa masuk ke Pos PAUD Mawar Biru,” ungkap bu Sri Suwarti. Setelah itu ada tampilan anak yaitu gerak dan lagu Gundhul-gundhul Pacul. Tampilan anak adalah berasal dari peserta didik dan alumni, sehingga dapat dilihat bagaimana hasil anak yang telah belajar di PAUD Mawar Biru. Lalu ada tanggapan dari UPTD yaitu bapak Mardi, yang banyak memberikan apresiasi dan memberikan statement bahwa PAUD Mawar Biru sudah memiliki ijin operasional walaupun masih bersifat sementara. Statement itu tentu menguatkan sebagai strategi promosi PAUD Mawar Biru, karena masyarakat sekitar menganggap, PAUD yang baik adalah yang memiliki ijin.

Sepanjang acara, sejak undangan mulai berdatangan, hingga acara selesai, ditampilkan tayangan slide/slide show foto-foto kegiatan PAUD Mawar Biru. MC menjelaskan/mengulas tayangan slide tersebut di sela-sela acara. Penjelasan/ulasan tersebut dibuat per tema.

Penjelasan/ulasan SLIDE 1 mengenai ‘kegiatan anak dan orang tua.’ Berkaitan dengan informasi waktu pelaksanaan kegiatan pembelajaran di PAUD Mawar Biru, adapun kegiatan in class (seperti bermain APE, stimulasi bahasa, stimulasi kognitif, stimulasi seni moral, stimulasi motorik, stimulasi sosial,dll), kegiatan outing class (seperti ke home industry, ke kantor pos, kunjungan ke museum, renang,dll), dan kegiatan PE/parenting education (seperti kegiatan sebulan sekali, dengan tema mendidik anak, tips mendongeng, tips bagi orang tua, dll).

Penjelasan/ulasan SLIDE 2 mengenai ‘kegiatan pendidik.’ Berkaitan dengan perkenalan profil pendidik PAUD Mawar Biru, menceritakan kegiatan pelatihan yang telah diikuti pendidik (seperti pelatihan pembelajaran PAUD, magang di lembaga PAUD, TIPS tiap bulan tentang mendongeng, membuat mainan edukatif, karakter anak usia dini, kepemimpinan, dan kerja sama pendidik PAUD), dan bahwa pendidik juga mengikuti kegiatan bersama HIMPAUDI (seperti pelatihan K13, pertemuan sebulan sekali, diklat dasar/berjenjang pendidik PAUD).

Penjelasan/ulasan SLIDE 3 mengenai ‘prestasi anak.’ Berkaitan dengan apa saja prestasi anak didik di PAUD Mawar Biru. Seperti tampil di berbagai kegiatan tingkat desa (Posyandu, 17an), tampil di berbagai kegiatan Kecamatan (pentas apresiasi anak di Kecamatan Weru), dan tampil di berbagai kegiatan Kabupaten (tampil di pendopo Kabupaten saat HUT YSKK, tampil di seminar/talkshow).

Penjelasan/ulasan SLIDE 4 mengenai ‘penyusunan kegiatan rencana pembelajaran PAUD.’ Berkaitan dengan menceritakan bahwa PAUD Mawar Biru dalam melakukan pembelajaran bagi anak, disertai dengan melakukan penyusunan kegiatan rencana pembelajaran terlebih dahulu. Tidak hanya asal jalan. Yang telah dilakukan seperti ada diskusi workshop di internal PAUD antara pendidik dan pengurus, ada workshop perencanaan difasilitasi YSKK di Solo, dan ada workshop penyusunan ke bijakan sekolah/PAUD Ramah Anak.

Penjelasan/ulasan SLIDE 5 mengenai ‘siapa yang berkunjung ke PAUD.’ Berkaitan dengan pihak mana saja yang pernah berkunjung di PAUD Mawar Biru. Seperti pihak UPTD pendidikan Kecamatan Weru dan Dinas Pendidikan Kabupaten Sukoharjo dalam rangka monitoring, visitasi, dan dalam rangka mengurus ijin operasional. Lalu ada kunjungan konsultatif dari YSKK. Kunjungan lainnya juga ada dari mahasiswa, lembaga internasional (GFC), bidan desa, dll. Itu menandakan bahwa PAUD Mawar Biru tidak hanya terbuka bagi anak usia dini, tapi juga bagi pihak lain. Pelayanan yang diberikan tidak hanya bagi pembelajaran anak, tapi juga bisa untuk magang mahasiswa, dll.

Lalu acara bagian kedua sebagai acara sarasehan dengan tokoh masyarakat dan buka bersama. Sarasehan dilakukan sebentar menjelang berbuka Puasa dan diikuti oleh para tokoh masyarakat, pendidik dan pengurus PAUD Mawar Biru, YSKK, kepala desa, dan UPTD. Dalam sarasehan itu pihak PAUD mengucapkan terimakasih kepada stakeholder yang berkenan hadir dan meminta dukungan mereka. Para stakeholder memberikan tanggapan yang positif terhadap acara pada hari itu, memberikan apresiasi terhadap perkembangan PAUD Mawar Biru, dan memberikan semangat untuk terus maju. Kepala desa menyatakan bahwa pihak pemerintah desa akan terus berupaya mendukung keberadaan PAUD termasuk melalui dana desa akan menganggarkan untuk PAUD walapun masih sebatas pengadaan sarana dan APE. Pihak UPTD juga menyatakan akan terus membantu PAUD Mawar Biru agar dapat segera mendapatkan ijin operasional secara tetap. Namun setidaknya, ijin operasional sementara ini sudah dapat menyatakan bahwa keberadaan PAUD Mawar Biru telah disetujui dan didukung oleh UPTD pendidikan dan Dinas Pendidikan Kabupaten Sukoharjo. Hal ini tentu menggembirakan bagi PAUD Mawar Biru, karena sebelumnya sempat terkendala kuota PAUD yang dapat mengurus ijin operasional seiring dengan sudah banyaknya PAUD yang berdiri di Kecamatan Weru.

Semoga acara yang dilakukan PAUD Mawar Biru ini, tidak hanya bermanfaat PAUD Mawar Biru sendiri, tapi juga bagi masyarakat desa Jatingarang, dan dapat memberikan motivasi bagi PAUD lain agar tak lelah dalam memperjuangkan PAUD demi kepentingan anak usia dini. Di mana ada kemauan pasti ada jalan. Bersama kita bisa!

-Nia-

Anak PAUD Diajarkan Budaya Bangsa Saat Memperingati Hari Kartini

KB TP Nurul Amal di desa Alasombo Weru melakukan karnaval dengan kereta kelinci

Perayaan hari Kartini di Pos PAUD/KB/TK Aisyiyah desa Karakan Weru

Perayaan hari Kartini di KB TP Candi Asri desa Ngreco Weru

Setiap tanggal 21 April, bangsa Indonesia memperingati hari Kartini. Hari itu sebagai hari bagi bangsa Indonesia untuk mengenang ibu Kartini. Negara yang besar adalah negara yang tidak melupakan sejarah bangsa. Sejarah, di mana ibu Kartini sebagai pejuang pendidikan bagi kaum perempuan di Indonesia. Kaum yang melahirkan dan membesarkan anak-anak generasi penerus bangsa. Ini mengingatkan kita bahwa wawasan dan ilmu yang dimiliki perempuan memiliki arti yang penting bagi pertumbuhan anak bangsa dan masa depan bangsa.

Berbagai tempat ikut merayakan hari Kartini dengan berbagai kegiatan, termasuk di sekolah, bahkan di PAUD. Demikian juga, menariknya kegiatan yang dilakukan oleh beberapa PAUD dampingan YSKK (www.yskk.org) di Kecamatan Weru Kabupaten Sukoharjo, saat memperingati hari Kartini.

Di KB TP Pamardi Yoga, desa Karangmojo Kecamatan Weru, pada hari Jumat 21 April 2017 diisi dengan kegiatan membaca Iqroq, makan bersama, dan bercerita mengenai sosok ibu Kartini. Pada hari itu, YSKK berkesempatan mendongeng pada anak-anak tentang ibu Kartini, bersama dengan pendidik yang juga mengulas kisah dan pembelajaran dari dongeng tersebut. “Siapa di sini yang perempuan? Siapa di sini yang laki-laki? Perempuan dan laki-laki itu sama saja. Harus sekolah semua, biar pinter, dan punya banyak teman di sekolah.” Demikian salah satu ungkapan bunda Any, pendidik sekaligus kepala sekolah KB TP Pamardi Yoga, yang disampaikan kepada anak-anak.

Pada hari yang sama, pos PAUD, KB, dan TK Aisyiyah di desa Karakan Kecamatan Weru juga menyelenggarakan beberapa kegiatan diantaranya anak-anak beserta orang tua dan pendidik naik kereta kelinci keliling desa, pembagian doorprise, permainan, tukar kado, bernyanyi bersama, ada juga cerita tentang ibu Kartini yang disampaikan oleh YSKK kepada anak-anak, dan bermain peran bersama boneka Tini dalam membawakan rangkaian acara pada hari itu. Ketika itu, anak beserta orang tua dan para pendidik memakai pakaian adat di Indonesia yaitu kebaya dan beskap.

Sabtu 22 April 2017, peringatan hari Kartini juga dirayakan di KB TP Candi Asri, desa Ngreco Kecamatan Weru. Diisi dengan berbagai kegiatan bagi anak-anak yang saat itu memakai pakaian adat. Kegiatan itu antara lain menyanyi bersama, lomba menyanyi, lomba mewarnai, makan bersama, dan YSKK berkesempatan mendongeng tentang ibu Kartini, dan bermain peran bersama boneka Tini dalam membawakan ulasan cerita dan pembelajaran dari dongeng tersebut.

Di hari itu, KB TP Nurul Amal, desa Alasombo Kecamatan Weru juga mengisi dengan kegiatan bernyanyi bersama, mengenalkan sosok ibu Kartini pada anak-anak yang saat itu memakai pakaian adat, dan memasang bendera Indonesia. Anak-anak dan orang tua serta para pendidik juga naik kereta kelinci. Carnaval naik kereta kelinci ini dilakukan keliling desa, bahkan juga mengitari kawasan kantor Kecamatan, Puskesmas, dan pasar Weru. “Intinya kita juga sekalian mempromosikan sekolah biar pada tertarik sama Nurul Amal,” ungkap bunda Sri Haryani, pendidik KB TP Nurul Amal.

Itulah sekelumit cerita perayaan hari Kartini yang berlangsung di lembaga PAUD. Lembaga yang menjadi tempat pendidikan anak usia dini, tempat anak bersekolah pertama kali, belajar dan bermain.

Bangsa yang besar adalah bangsa, yang selain tidak melupakan sejarahnya, juga tidak melupakan budayanya. Maka, melalui berbagai perayaan hari Kartini, dengan memakai pakaian adat, menyanyi lagu Kartini, menyanyi lagu daerah dan lagu anak, cerita tentang ibu Kartini, memasang bendera Indonesia, makan bersama, bahkan tukar kado pun merupakan suatu rangkaian dari pembelajaran untuk mengenal sejarah dan budaya Indonesia, jati diri bangsa, dan anak bangsa. Orang tua turut mendapat pembelajaran dari kegiatan ini, seperti mempersiapkan anaknya untuk memakai pakaian adat dan mengikuti rangkaian acara di sekolah.

Demikianlah, budaya tak hanya sebatas memakai pakaian adat dan menyanyi lagu daerah, namun juga semangat kebersamaan, saling memberi, saling berbagi, peduli satu sama lain yang ditunjukkan dalam perayaan hari Kartini, merupakan cermin budaya bangsa kita. Sedangkan pendidikan yang tak lepas dari pembelajaran sejarah dan budaya bangsanya adalah pendidikan yang sejati. Pendidikan dan persaudaraan sejati haruslah terus kita pupuk agar jati diri bangsa kita terus mengakar.

-Nia-

Revitalisasi Komite Sekolah di Kabupaten Sukoharjo

 

Tim YSKK/Yayasan Satu Karsa Karya (www.yskk.org) sebanyak 3 orang, berkesempatan untuk bertemu dengan bapak Drs. Darno selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukoharjo pada hari Selasa 4 April 2017 di ruangan beliau. Pada kesempatan itu, YSKK bermaksud untuk dapat menjalin komunikasi atau beraudensi. Hari itu merupakan pertemuan pertama YSKK dengan bapak Drs. Darno yang belum lama dilantik sebagai Kepala Dinas yang baru.

Hal-hal yang disampaikan oleh YSKK antara lain berkaitan dengan profil YSKK, termasuk program yang saat ini dilaksanakan YSKK di daerah Kabupaten Sukoharjo yaitu program PAUD, dan khususnya issue pendidikan yang kini menjadi perhatian YSKK yaitu berkaitan dengan komite sekolah. Bidang pendidikan dalam hal penguatan partisipasi masyarakat memang menjadi salah satu hal yang menjadi perhatian atau program dari Divisi Pemberdayaan Anak YSKK. Komite sekolah sendiri merupakan representasi dari partisipasi masyarakat dalam lingkup sekolah.

Tentang Komite Sekolah

Pada bulan Februari tahun 2017, YSKK telah menyelenggarakan diskusi Permendikbud No. 75 tahun 2016 dengan mengundang ibu Chatarina selaku staff ahli bidang hukum Kemdikbud RI. Permendikbud itu membahas mengenai komite sekolah. YSKK juga ingin tahu bagaimana implementasi dari regulasi tersebut, termasuk di Kabupaten Sukoharjo. Adapun mandat dari Permendikbud tersebut, memberikan waktu 1 tahun bagi sekolah untuk menyesuaikan.

Bagaimana implementasi Permendikbud No. 75 tahun 2016 di Kabupaten Sukoharjo ini penting, karena YSKK sebagai stakeholder merasa memiliki kepentingan tentang hal tersebut. Selain itu, tahun 2015-2016 YSKK pernah melakukan riset di 5 Provinsi berkaitan dengan kelembagaan dan efektivitas fungsi komite sekolah. Hasil secara umum, komite sekolah hanya dianggap secara administratif, karena hanya difungsikan ketika mengajukan RKAS dana BOS, SPJ, dan ketika ada pungutan.  

“Sebenarnya di Kabupaten Sukoharjo, komitmen Pemda sudah cukup tinggi. Dalam revitalisasi komite sekolah sesuai Permendikbud No. 75 tahun 2016, YSKK ingin lebih mendorong fungsi check and balance komite sekolah. Sehingga anggaran rakyat yang didistribusikan lewat APBN dan APBD dapat dimonitor secara efektif oleh komite sekolah. Itu filosofi lahirnya Permendikbud No. 75 tahun 2016,” ungkap Kangsure Suroto selaku direktur YSKK.

Selama ini masih terlihat tidak jelas, siapa yang punya wewenang untuk memberdayakan komite sekolah. Dewan Pendidikan maupun Dinas Pendidikan tidak punya mandat langsung. Akhirnya tidak jelas. Sedangkan komite sekolah memiliki mandat yang besar, namun belum diimbangi dengan peningkatan kapasitas yang memadahi. Mungkin hal ini dapat disepakati juga di Kabupaten Sukoharjo, siapa yang akan memberdayakan komite sekolah.

Menanggapi itu, bapak Drs. Darno selaku Kepala Dinas menyampaikan bahwa semangatnya Permendikbud No. 75 tahun 2016 adalah komite sekolah itu direvitalisasi. Fungsi komite sekolah selama ini juga banyak berkaitan dengan anggaran. Tidak pernah komite sekolah bicara memberikan masukan tentang kegiatan sekolah atau ekstrakulikuler. Padahal seperti halnya di Australia, masyarakat ikut menentukan kegiatan bahkan pembelajaran di sekolah.

“Komite sekolah yang dulu kita tinggalkan, hanya seperti stampel sekolah, hanya berkaitan dengan anggaran. Ini mengubah mindset,” ungkap bapak Drs. Darno. Beliau juga menyampaikan, setelah ini pasti banyak pembentukan komite sekolah yang baru, dan Dewan Pendidikan wajib melakukan sosialisasi. Revitalisasi pengurus komite sekolah perlu diarahkan pada orang-orang yang memang memiliki mindset yang selaras dengan Permendikbud No. 75 tahun 2016, benar-benar orang tua siswa, bukan meneruskan pengurus lama yang bukan orang tua siswa lagi. Kemarin guru malah menjadi dominan di kepengurusan komite. Rencananya, komite sekolah se Kabupaten Sukoharjo akan dikumpulkan di Dinas Pendidikan untuk mendapatkan pencerahan kerja. Berkaitan dengan pungutan dan sumbangan, sekarang juga sudah dibentuk saber pungli.

Tentang Anggaran

Hasil quick riset YSKK dengan data sekunder yang ada dari Kementrian, yaitu anggaran pendidikan Kabupaten Sukoharjo dibandingkan Soloraya sebenarnya sudah cukup tinggi. Meski dari alokasi nominalnya paling tinggi di Klaten. Tapi dari sisi prosentase, yang paling tinggi di Wonogiri (23,90%), Karanganyar (20%), Surakarta (21%), dan Sukoharjo (18,5%). Tapi kalau rata-rata antara jumlah nominal yang dialokasikan APBD dibandingkan dengan jumlah murid, APBD 2016 tertinggi di Wonogiri (per anak 2,7 juta), Klaten (per anak 2,3 juta), Karanganyar (per anak 2,2 juta), dan Sukoharjo (2 juta 43 ribu).

Kangsure Suroto menyatakan bahwa YSKK mendukung kebijakan pendidikan gratis di Kabupaten Sukoharjo, tetapi aspirasi yang diberikan yaitu sepanjang Pemda belum mampu memenuhi alokasi minimum 20% APBN dan APBD sebagaimana mandat UU, kenapa tidak membuka ruang sumbangan dan bantuan sebagaimana diatur dalam Permendikbud No. 75 tahun 2016. Kecuali jika Pemda sudah mampu memenuhi minimal 20%.

Apakah alokasi APBD Sukoharjo sudah cukup atau belum? Jika belum, YSKK mengusulkan agar Pemda punya studi tentang BOSP (Biaya Operasional Satuan Pendidikan). Karena yang digunakan Pemerintah Pusat dan Pemda sebagian besar, sudah out of date. Ada yang 2005 atau 2006, sehingga bisa jadi secara inflasi dan kebijakan pendidikan sudah berubah atau tidak relevan lagi.

-Nia-

Gambar

Kepribadian Pendidik Faktor Penting Wujudkan PAUD Ramah Anak

Rabu 5 April 2017 di KB TP Nurul Ilmi desa Alasombo Kecamatan Weru Kabupaten Sukoharjo, telah diselenggarakan pertemuan pendidik PAUD dampingan YSKK (www.yskk.org), sekaligus kegiatan TIPS (Temu Inspirasi Pendidik PAUD Serial). Selain diisi dengan kegiatan rutin para pendidik yaitu simpan pinjam, arisan, dan kultum, YSKK berkesempatan memberikan materi isian mengenai “membangun kepribadian pendidik PAUD” sebagai tema TIPS kali itu.

TIPS sendiri merupakan kegiatan untuk memberikan pengetahuan bagi para pendidik yang mendukung pelaksanaan PAUD Ramah Anak, yang digagas untuk dapat dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan pertemuan pendidik yang rutin diselenggarakan 1 bulan sekali. Dengan menghadirkan narasumber dari pihak luar, dari YSKK, dan dapat juga dari pendidik sendiri.

Kegiatan TIPS pada bulan April 2017 ini diikuti oleh 19 orang pendidik PAUD dampingan YSKK dari 10 lembaga PAUD, dan 2 orang tim YSKK, serta berlangsung selama kurang lebih 1,5 jam.

“Membangun kepribadian pendidik PAUD.” Mengapa ini penting? Tahukah anda bahwa faktor yang paling penting bagi terwujudnya lembaga PAUD Ramah Anak adalah SDM (Sumber Daya Manusia) di dalam PAUD itu, terutama adalah pendidiknya. Gedung sekolah yang bagus dan sarpras yang lengkap saja tidak cukup untuk mewujudkan lingkungan PAUD yang ramah anak. Diperlukan kualitas SDM pendidik yang ramah anak. Pandai secara akademis saja tidak cukup, lebih dari itu, karakter/kepribadian pendidik merupakan faktor yang lebih penting. Adapun kepribadian merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki pendidik PAUD.

Tema ini dipilih agar pendidik PAUD dapat mengenali kepribadiannya dan juga orang lain, sehingga dapat menguatkan kepribadiannya yang positif dan bisa berinteraksi dengan baik kepada orang lain menyesuaikan kepribadian mereka. Harapannya, pendidik dapat terbangun kepribadiannya dan menjadi pendidik yang semakin Ramah Anak.

Sebelum memahami kepribadian, hal yang penting untuk dipahami yaitu bahwa sebagai MANUSIA, setiap dari kita itu unik, spesifik, berbeda, bervariatif, dan memiliki keterampilan masing-masing. Kita diciptakan Tuhan, hanya satu-satunya, setiap manusia bahkan orang kembar pun juga ada perbedaannya. Demikian berharganya kita diciptakan Tuhan. Demikian pula, kita harus menghargai diri kita masing-masing.

Kita tidak bisa memilih kepribadian dasar kita, yang bisa kita perbuat hanyalah mengidentifikasi, memahami, dan menekuni  kepribadian yang telah diberikan Tuhan kepada kita. Dengan mengenali positif dan negatif dari kepribadian kita, kita dapat membentuknya dengan baik yaitu menguatkan yang positif dan mengurangi yang negatif.

Ilmu kepribadian pertama kali diciptakan oleh Hippocrates 40 tahun Sebelum Masehi. Yang membuat manusia berbeda satu dengan yang lain adalah kimiawi dalam tubuh mereka (darah, yellow bile atau empedu, phlegm atau dahak, dan black bile), yang diyakini mempengaruhi perilaku seseorang.

Psycolog Romawi bernama Galen mengusulkan Teori Temperamen (temperamen merupakan faktor yang mempengaruhi orang bereaksi) berdasarkan pengamatan Hippocrates, yaitu Sanguinis yang populer, Melankolis yang sempurna, Koleris yang kuat, dan Phlegmatis yang damai. Setiap manusia memiliki perpaduan diantara keempatnya, namun memiliki kecenderungan di 1 jenis karakter. Semua memiliki positif dan negatif masing-masing.  

Yang dimaksud dengan memahami kepribadian yaitu kita harus mengenali diri sendiri, sehingga kita dapat menjadi orang yang percaya diri, dan mengenal kekuatan, serta kelemahan kita. Untuk dapat mengetahui karakter kepribadian kita, tidak selalu harus datang ke Psikolog untuk melakukan test kepribadian, namun dapat dengan melakukan refleksi secara pribadi.

Berikut kepribadian yang dimiliki Sanguinis, antara lain: senang berbicara, suka humor, ekspresif, periang, menghidupkan suasana, antusias, sukarelawan, suka kegiatan baru, kreatif, rasa ingin tahu tinggi, spontanitas tinggi, mudah berteman, gampang kena promosi, pelupa, tidak suka administrasi, kurang teliti, tidak suka perencanaan jangka panjang, tidak bisa diam, mudah meminta maaf, bukan pendendam, ekstrovert, pembicara, optimis, spontan, lincah, periang, hangat dan meriah, ceria, pandai bicara, menularkan semangat, suka bergaul dan bersosialisasi, penampilan trendy, senang melucu, senang jadi pusat perhatian, ekspresif di dalam berbicara, mudah akrab dengan orang baru, cengeng dan mudah terharu, suka berubah-ubah dan spontan, emosi mudah naik dan turun, suka ngambek, mudah lupa, kurang disiplin, kurang bisa mendengarkan orang lain, dan mudah menyeleweng.

Berikut kepribadian yang dimiliki Melankolis, antara lain: analitis, tekun, penuh perencanaan, perfeksionis, ekonomis, mendalam, perasa, tertib, rapi, serius, teliti, hati-hati dalam berteman, nomor satu dalam kualitas, senang hal-hal detail, suka memendam, cenderung konservatif, perhitungan, serius dalam membela teman, introvert, pemikir, pesimis, penuh pemikiran, setia, tekun, perfeksionis, perhatian terhadap kualitas, peka terhadap persoalan orang lain, tekun dalam mengerjakan sesuatu, tertib dan teratur dalam menjalankan tugas, analitis, ekonomis penuh perhitungan, serius, rapi dalam segala hal, suka akan hal-hal mendetail, penuh perencanaan dalam melakukan sesuatu, perasa, sensitif, tidak suka perubahan dan ketidakteraturan, sikapnya tertutup, cenderung pesimis melihat masalah, mudah tertekan, stres dan lama hilangnya, mudah menyesali sesuatu yang sudah terjadi, dan tidak senang bergaul.

Berikut kepribadian yang dimiliki Koleris, antara lain: dominan, tegas, berorientasi ke hasil, bicara inti persoalan, kemauan kuat, praktis dalam pemecahan, cepat dalam bertindak, mandiri, berpikir secara global, aktif, bertindak rasional, sok ngatur atau suka mengatur, tidak suka diatur, tidak suka basa-basi, tidak pernah merasa bersalah, tidak suka yang monoton, suka tantangan, ekstrovert, pelaku, optimis, suka petualangan, persuasif, percaya diri serius, bicara langsung pada persoalan, sangat pegang prinsip, kemauan keras, tegas, tanpa kompromi, keyakinan diri sendiri tinggi, dominan dalam segala hal, senang memimpin daripada dipimpin, mandiri, tidak peka pada perasaan orang lain, suka menekan orang lain, tidak sabaran, suka memberontak, ingin menguasai pihak lain, mudah marah, dan ingin menang sendiri.

Berikut kepribadian yang dimiliki Phlegmatis, antara lain: mudah menyesuaikan diri, sabar, sederhana, baik dalam tekanan, tenang, teguh, menghindari konflik, ramah, suka mengamati, santai, mudah sepakat, menyembunyikan emosi, emosi stabil, pakaian seadanya tidak trendy tapi it’s ok, punya kekuatan, introvert, pengamat, pesimis, tenang, setia, tekun, cinta damai, ramah dan bersahabat, sopan, tidak mudah diprovokasi, suka mengalah, mudah puas dengan apa yang dimiliki, bisa mendengarkan orang lain, pandai menengahi pertikaian, pemalu dan pendiam, pesimis, mudah ragu dan sulit mengambil keputusan, pasif dan santai, cenderung tidak bergairah, kompromistis, suka menunda-nunda, dan tidak suka memimpin.

John C. Maxwell menyatakan “Kalau anda memahami apa yang memotifasi orang lain, anda menguasai alat yang paling ampuh untuk berurusan dengan mereka.” Maka setelah mengenali diri sendiri, perlu juga belajar mengenai tehnik komunikasi.

Tehnik komunikasi kepada Sanguinis yaitu beri penghargaan yang benar-benar tulus, lebih banyak mendengar, lihat dia, jangan mengkritik secara langsung, jangan bicara hal-hal yang mendetail, dan bertanyalah hal-hal yang dia sukai.

Tehnik komunikasi kepada Melankolis yaitu bersikap sopan, berbicara sistematis, penjelasan terperinci disertai fakta atau bukti, buatlah daftar keuntungan dan kerugian, siapkan berbagai alternatif, dan jangan mendesak untuk ambil keputusan.

Tehnik komunikasi kepada Koleris yaitu beri penghargaan yang tulus atas hasil kerjanya, berbicara langsung pada persoalan, berbicaralah dengan fakta atau bukti, mintalah pandangan atau pendapatnya, usahakanlah keputusan yang diambil seolah-olah keputusan dia.

Tehnik komunikasi kepada Phlegmatis yaitu berbicaralah dengan cara yang bersahabat, penjelasan masalah sederhana dan tidak terlalu rumit, bisa memberi keyakinan, jangan berbicara terlalu agresif, dan jangan didesak atau diburu-buru.

Pada umumnya, cara yang digunakan oleh Sanguinis yaitu cara yang menyenangkan, Melankolis yaitu cara yang benar, Koleris yaitu cara saya sendiri, dan Phlegmatis yaitu cara yang mudah.

Sedangkan, kebutuhan dasar emosi Sanguinis yaitu kesenangan, Melankolis yaitu kesempurnaan, Koleris yaitu pengendalian, dan Phlegmatis yaitu kedamaian.

Stress dapat dirasakan Sanguinis apabila tidak ada perhatian, Melankolis apabila tidak ada keteraturan, Koleris apabila tidak ada kendali, dan Phlegmatis apabila tidak ada kedamaian.

Setelah mengenali kepribadian diri sendiri dan orang lain, penting bagi kita untuk dapat menjaga suasana hati. Harus ada harmoni atau keseimbangan antara tubuh, jiwa, dan roh. Tubuh (menyangkut jasmani/badan/fisik, kenyamanan, kesehatan, dll), jiwa (menyangkut hati dan budi, tata susila, hukum, budi pekerti, dll), dan roh (menyangkut iman dan kepercayaan kepada Tuhan).

Jika suasana hati (positif) selalu terjaga, maka pikiran juga akan terpengaruh (positif), sedangkan pikiran bukan tidak mungkin bisa menjadi kenyataan. Perasaan dan pikiran positif dan selalu mengupayakan untuk dapat bersukacita, penting dimiliki manusia, tak terkecuali oleh pendidik PAUD. Agen perubahan seperti halnya pendidik PAUD harus mampu mengelola dirinya sendiri secara positif, sebelum membawa banyak orang ke dalam perubahan positif.  Jangan biarkan pengalaman buruk masa lalu, tekanan kehidupan, dan hal negatif lain mempengaruhi pribadi kita di masa kini dan masa depan. Menerima kondisi yang ada, memaafkan kesalahan orang lain pada kita, dan menumbuhkan semangat dalam diri adalah contoh hal yang diperlukan untuk membentuk kepribadian kita menjadi semakin kuat dan terbentuk.

Mampu mengenali diri sendiri dan orang lain, serta menjaga perasaan dan pikiran positif adalah bekal untuk dapat menjadi manusia yang berkarakter dan dapat menjadi agen perubahan bagi banyak orang.

-Nia-

KB Candi Asri Weru Ajak Masyarakat Jadi Duta Cinta MAMA

komitmen bersama dari berbagai pihak dalam rangka mewujudkan jajanan yang sehat bagi anak-anak.

Melalui Gerakan Cinta MAMA, KB Candi Asri ingin mendorong dan menggandeng berbagai pihak baik sekolah maupun masyarakat sekitar untuk menciptakan lingkungan ramah anak dari sisi kesehatan makanannya. Bunda Rahma, pendidik KB Candi Asri yang menjadi narasumber dalam diskusi ini tidak hanya sekedar berbagi pengalaman dalam menginisiasi program Gerakan Cinta MAMA ini, namun juga memberi motivasi dan mengajak berbagai pihak untuk ikut membawa perubahan di masyarakat, sesuai perannya masing-masing, menjadi contoh dan “duta” Cinta MAMA. Harapannya, KB Candi Asri bisa menjadi contoh bagi lembaga PAUD atau pihak lain yang ingin melakukan gerakan atau program yang serupa.

Inisiasi dan gerakan bersama untuk menciptakan sekolah yang ramah anak mulai dari makanan yang dikonsumsi anak ini, muncul karena melihat berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat kita.

Makanan ringan atau yang sering kita sebut “jajanan” menjadi sesuatu yang digemari oleh anak-anak. Sayangnya tidak semua jajanan yang ada di sekitar kita aman bagi anak. Sayangnya tidak semua jajanan yang ada disekitar kita aman bagi anak. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo pada tahun 2014 menggambarkan bahwa makanan yang dijual di sekitar sekolah tidak semua aman bagi anak. DKK Sukoharjo melakukan pengetesan  berbagai makanan yang dijual di sekolah-sekolah, menemukan 5 persen dari total 856 sampel makanan yang diteliti terdeteksi mengandung tiga zat kimia berbahaya.

Fenomena ini tentu mengkhawatirkan karena akan mengganggu bagi tumbuh kembang anak. Berbagai makanan dan minuman  instan, berpewarna dan berperasa non alami yang beredar disekitar sekolah mengancam kesehatan anak. Hal inilah yang membahayakan kesehatan anak, baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang.

Perlindungan terhadap anak dari bahaya jajanan tidak sehat ini perlu dilakukan. Undang-undang No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak mengamanatkan masalah gizi dan kesehatan sebagai hak anak. Gizi dan kesehatan merupakan prasyarat penting dalam keberhasilan pendidikan anak. Mengingat bahwa makanan yang bergizi merupakan bahan pembentuk otak dan organ lain yang berhubungan dengan perkembangan anak, serta membantu pembentukan imunitas anak.

Dalam diskusi ini, pihak UPTD juga turut memberikan respon yang positif.

“Kegiatan ini menarik, dan baik untuk mengapresiasi KB Candi Asri. Ini memberikan semangat juga bagi UPTD untuk nanti menyelenggarakan kegiatan sosialisasi seperti ini melalui Puskesmas dan Posyandu. Kami menyambut baik.”

Pihak Puskesmas lebih banyak memberikan wacana mengenai apa dan bagaimana itu makanan yang sehat dan tidak sehat. Pengetahuan ini dapat dipakai oleh pihak-pihak yang mau melakukan sosialisasi yang sama kepada lingkungan atau masyarakat di sekitar mereka. Selain itu dapat menjadi bahan masukan, bagi para penjaja di sekitar sekolah satu atap, yang turut menjadi peserta kala itu. Harapannya, para penjaja makanan di sekitar sekolah, dapat menjual makanan yang aman dan sehat bagi anak-anak.

“Bahayanya” makanan instant dan tidak sehat bagi anak-anak, perlu digaungkan oleh berbagai pihak dan menjadi gerakan bersama. Berbagai pihak perlu bersinergi dan dapat melakukan sesuatu sesuai peran serta kemampuan masing-masing, dengan kreativitas masing-masing. Peran-peran itu dapat diisi misalnya oleh pendidik yang memiliki program makanan sehat di sekolahnya, orang tua siswa dan komite sekolah dapat memberikan usulan dan partisipasi untuk menciptakan lingkungan ramah anak di sekolah, tokoh masyarakat dan pemimpin dalam masyarakat dapat memberikan sosialisasi melalui forum di lingkungannya, pemuka agama dapat menyelipkan ajaran itu di kegiatan keagamaannya, mungkin kita juga dapat menyampaikan sosialisasi saat acara keluarga, arisan, dan peran-peran lainnya.

Menciptakan lingkungan yang ramah anak dari segi makanan bagi anak-anak, memerlukan adanya duta-duta makanan sehat yang dapat memberi pembelajaran dan teladan bagi orang-orang di sekitarnya. Karena kita sebagai orang dewasa lah yang akhirnya menjadi contoh bagi anak-anak yang akan menjadi generasi penerus bangsa. Masa depan anak, tergantung orang dewasa, dan masa depan yang cerah tak lepas dari kesehatan serta makanan yang sehat.

(Nia)

Mengoptimalkan Posyandu dengan Parenting Education

Sudahkah Orang Tua Paham Mengenai Pertolongan Pertama?

Oleh Antonia Satrianti (Staff Program Divisi Pemberdayaan Anak YSKK)

Kegiatan Posyandu di desa Jatingarang Kecamatan Weru Kabupaten Sukoharjo (Senin, 9/01), tak hanya bermanfaat bagi anak-anak, tapi juga bagi para orang tua. Kegiatan rutin satu bulan sekali yang bertempat di bangunan serba guna milik desa Jatingarang ini, diikuti oleh balita, para orang tua, kader Posyandu, dan bidan desa Jatingarang. YSKK turut hadir untuk memberikan support materi parenting education.

YSKK (Yayasan Satu Karsa Karya) bersama dengan para kader yang sebagian adalah bunda PAUD, beserta bidan desa Jatingarang, memberikan pelajaran atau parenting education mengenai ‘pertolongan pertama.’

Pembelajaran yang diberikan kepada orang tua adalah pertolongan pertama terhadap kejadian atau penyakit yang dimungkinkan sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Antara lain tentang tersedak, luka dan pendarahan, memar, mimisan, keseleo, luka bakar, pingsan, demam, dan diare.

Berikut ringkasan materinya :

  1. Tersedak

Penyebabnya adalah tersumbatnya jalan nafas:

  • Sebagian; dengan gejala biasanya sadar, masih bisa bernafas dan batuk, masih mampu berbicara, terkadang ada suara nafas tambahan.
  • Seluruhnya; dengan gejala biasanya mencekik leher, tidak dapat bernafas/berbicara/pun batuk.

Pertolongan pertamanya yaitu:

Keselamatan diri dan minta ijin à berdiri di belakang korban à pukulan di punggung sebanyak 5x à hentakan perut sebanyak 5x à lakukan terus hingga benda keluar atau korban menjadi tidak sadar à jika korban tidak sadar, buka jalan napas dan bersihkan jalan napas lalu singkirkan benda yang menyumbat jika terlihat à lihat, dengar, dan rasakan, jika tidak bernapas segera lakukan RJP à jika sudah bernapas, letakkan pada posisi pemulihan dan evakuasi segera ke rumah sakit.

  1. Luka dan pendarahan

Pendarahan ada 2 macam, yaitu :

  • Pendarahan luar; dengan gejala disertai luka bakar, darah keluar dari permukaan kulit, dan nyeri.

Pertolongan pertamanya yaitu:

Tekan langsung pada bagian yang cedera à tinggikan bagian yang cedera (alat gerak) à lakukan penekanan pada titik tekan (jika tidak, tekanlah terus pada luka) à balut tekan à bawa ke rumah sakit.

  • Pendarahan dalam; yang disebabkan cedera atau kerusakan alat dalam tubuh, nyeri, bengkak, dan perubahan bentuk pada alat gerak. Dengan gejala batuk darah segar, muntah darah hitam, bagian tubuh luar memar, dinding perut tegang dan nyeri, sesak nafas, dan riwayat benturan benda tumpul.

Pertolongan pertamanya yaitu:

Jaga jalan napas à baringkan korban dan tinggikan tungkai à rawat cedera jika ada dan selimuti à bawa ke rumah sakit.

  1. Memar

Memar bisa juga disebut luka tertutup.

Pertolongan pertamanya yaitu:

Rest                     = Istirahatkan anggota tubuh yang cedera.

Ice                         = Berikan kompres dingin/es.

Comprestion = Balut tekan.

Elevation          = Meninggikan bagian yang cedera.

  1. Mimisan

Disebabkan oleh benturan pada hidung, kelelahan, kepanasan, kedinginan, alergi atau penyakit tertentu. Sebagai penolong pertama, tidak perlu mencari penyebabnya namun segera lakukan pertolongan.

Gejalanya yaitu biasanya korban akan menengadahkan kepala, korban memegang hidungnya, tampak keluar darah dari salah satu atau kedua lubang hidungnya.

Pertolongan pertamanya yaitu:

Istirahatkan à pencet cuping hidung selama 2-5 menit à minta korban untuk bernapas melalui mulut à jika pendarahan sudah berhenti, bersihkan darah dari sekitar hidung dan mulut à dilarang mengorek hidung karena akan menyebabkan pendarahan yang berulang à jika setelah 15 menit darah belum juga berhenti, segera evakuasi korban ke rumah sakit.

  1. Keseleo

Penyebabnya yaitu bergesernya sendi dari mangkok sendi. Dengan gejala bengkak, nyeri dan kaku atau rasa tertekan pada daerah sendi, serta gangguan gerak pada sendi yang cedera.

Pertolongan pertamanya yaitu:

Kompres dengan es à lakukan balutan tekan pada bagian yang cedera à evakuasi ke RS.

  1. Luka bakar

Terbagi menjadi :

  • Luka bakar derajat satu (merah).
  • Luka bakar derajat dua (lepuh).
  • Luka bakar derajat tiga (gosong).

Pertolongan pertamanya yaitu:

Amankan situasi à amankan diri sendiri à hentikan proses terbakar à guyur dengan air mengalir à tutup ringan/longgar dengan penutup luka à evakuasi ke RS.  

  1. Pingsan

Disebabkan oleh peredaran darah ke organ otak berkurang, karena emosi yang hebat, berada dalam ruangan yang penuh orang tanpa udara segar yang cukup, letih dan lapar, kepanasan, atau terlalu banyak mengeluarkan tenaga.

Gejalanya yaitu perasaan limbung, pucat berkeringat, nadi lambat, dan bisa menjadi tidak sadar.

Pertolongan pertamanya yaitu:

Baringkan korban dengan tungkai diangkat à kendorkan pakaian yang mengikat à usahakan menghirup udara segar à periksa cedera akibat jatuh pada saat pingsan à evakuasi ke RS jika korban lama tidak pulih.

  1. Demam

Merupakan kenaikan suhu tubuh melebihi batas normal tubuh.

Pertolongan pertamanya yaitu:

  • Berikan minum yang banyak pada anak maupun orang dewasa dan ASI pada bayi dan anak yang masih menyusui.
  • Berikan makanan yang bergizi dan mudah dicerna.
  • Tetap menjaga kebersihan mulut.
  • Buka pakaian pada anak yang demam, dan basuhlah dengan air hangat meggunakan kain yang lembut.
  • Gunakan kipas angin yang bersih, untuk mendinginkan tubuh anak dan jika kipas angin tidak tersedia dapat digunakan kipas dari apapun, tetapi jaga jangan sampai anak menderita kedinginan.
  • Pastikan anak mendapatkan istirahat yang cukup, selama menderita demam.
  • Jika demam menjadi tinggi, atau demam terjadi pada daerah malaria, segera bawa ke fasilitas kesehatan.
  1. Diare

Sering disebut mencret, yaitu dalam satu hari buang air besar lebih dari 3 kali dengan kotoran yang cair.

Pertolongan pertamanya yaitu:

  • Berikan minuman sebanyak mungkin kepada korban, lebih banyak dari yang biasa diminumnya.
  • Selain air, bahan lain yang dapat diminum adalah: sup, air masakan beras, larutan gula dan garam (oralit) atau cairan rehidrasi jika ada.
  • Berikan ASI pada bayi yang masih menyusui sebanyak yang diinginkan oleh bayi tersebut.
  • Berikan makanan lunak sebanyak yang diinginkan korban.

Cara membuat larutan gula garam (oralit):

  • Siapkan 1 gelas belimbing air yang sudah dimasak.
  • Masukkan gula satu sendok teh dan garam seujung sendok teh.
  • Aduk sampai larut.

Korban perlu dibawa ke fasilitas medis bila:

  • Diare berkelanjutan s/d 3 hari atau lebih.
  • Buang air besar di mana hanya tinggal air yang keluar.
  • Disertai dengan muntah yang sering.
  • Mulai merasa kehausan.
  • Tidak dapat makan dan minum.
  • Disertai demam.
  • Kotoran yang disertai dengan darah.
  • Mata yang tampak cekung.
  • Mulut, lidah, dan tenggorokan yang terasa dan terlihat kering.

Wawasan akan pertolongan pertama perlulah dimiliki oleh orang tua untuk dapat memberikan pertolongan pertama pada anak, diri sendiri ataupun anggota keluarga yang lain jika diperlukan, untuk mengantisipasi terjadinya hal yang lebih buruk. Kalau bukan kita, siapa lagi.

Sumber:

AWO, dan The Johanniter International Assistance. Panduan Pengurangan Risiko Bencana dan Pertolongan Pertama. 2013.